PSU (Power Supply) merupakan salah satu komponen komputer yang tidak boleh kita anggap remeh, PSU merupakan sebuah komponen pada komputer ya...

Hardware : PSU Bagus vs PSU Abal-abal

PSU (Power Supply) merupakan salah satu komponen komputer yang tidak boleh kita anggap remeh, PSU merupakan sebuah komponen pada komputer yang berfungsi untuk mensuplai tegangan listrik ke setiap komponen pada komputer, PSU mengubah arus AC menjadi DC dan mengalirkannya sebagai daya / tenaga untuk menggerakkan setiap komponen komputer.


Kebanyakan orang termasuk saya sendiri, ketika merakit sebuah PC, untuk menekan budget, lebih memilih menggunakan PSU abal-abal maupun PSU bawaan casing. Apakah salah menggunakan PSU abal-abal atau bawaan casing ? Ya tidak sepenuhnya salah juga, bukan berarti saya menjelekkan PSU yang murah atau PSU bawaan casing, cuma apa ngga eman-eman, Processor sudah kelas dewa, storage gede pake ssd, ram super kenceng, motherboard kelas atas, fan dan heatsink kelap-kelip warna warni kayak pasar malem, tapi PSU kok nanggung, kok yang gratisan, kok yang murah ? tidak ada salahnya kita mengeluarkan kocek yang lebih dalam untuk membeli sebuah PSU yang lebih bagus, daripada kita membeli PSU yang murah tapi merusak komponen-komponen komputer yang lainnya dan pada akhirnya akan keluar uang yang lebih banyak lagi ? Tak apa boros diawal kalau pada akhirnya akan hemat, daripada hemat diawal tapi pada akhirnya boros juga.

PSU bawaan casing

Kelebihan PSU bawaan casing 
  • Murah
  • Mudah didapat 
 Kekurangan PSU bawaan casing 
  • Cepat rusak apabila sering terjadi mati listrik secara mendadak
  • Listrik yang dialirkan kurang stabil sehingga dapat merusak komponen lain 
  • Belum bersertifikasi 80+
  • Tidak bergaransi

PSU Bagus 

Kelebihan 
  • Listrik yang dialirkan lebih stabil dibanding PSU bawaan casing, sehingga kesehatan komponen lain terjaga 
  • Kebanyakan sudah bersertifikasi 80+  
  • Biasanya bergaransi  
  • Kualitas terjamin dan tahan banting
Kekurangan 
  • Harga relatif mahal untuk yang 80+ standart saja harganya sekitar 500-600 ribuan keatas.
Setelah tahu pentingnya untuk menggunakan PSU yang bagus, agar tak salah pilih PSU, berikut sedikit tips yang mungkin bermanfaat untuk anda.  


1. Merk


Merk merupakan salah satu hal yang penting, semakin terkenal merk sebuah produk, maka produsen akan berusaha membuat produk yang baik, dan tidak asal buat, banyak yang di pertimbangkan seperti daya tahan produk, serta kualitasnya, Merk juga menjadi jaminan, membuat kita lebih tenang ketika menggunakan produk dengan merk yang terkenal bagus, banyak dipakai orang serta sudah terbukti kualitasnya, beberapa contoh merk yang bagus diantaranya, corsair, thermaltake, cooler master dan masih banyak lagi. 


2. Kapasitas PSU 

Kapasitas power supply bermacam-macam ada yang 350watt, 400watt, 450watt, 500watt, 850watt, bahkan 1000watt, maka dari itu sesuaikan dengan kapasitas yang kamu butuhkan, PSU akan memberikan daya sesuai dengan yang dibutuhkan komputer anda, semisal anda membeli PSU dengan kapasitas 1000watt, sedangkan komputer hanya membutuhkan 350watt, maka PSU hanya akan memberikan daya ke komputer sebesar 350watt saja, percuma kan ? kalau begitu beli PSU yang 500watt saja sudah cukup. 

Kamu bisa cek kebutuhan watt komputer kamu, menggunakan software LocalCooling.


Walaupun tidak begitu akurat, tetapi bisa digunakan sebagai gambaran saja, kira-kira berapa sih daya yang dibutuhkan komputer kita.  


3. Kualitas

PSU yang bagus biasanya sudah lolos sertifikasi 80+, ada beberapa tingkatan dalam sertifikasi PSU ini, ada 80+ Standart, Bronze, Silver, Gold, dan yang paling mentok Platinum, dengan adanya sertifikasi ini semakin terjamin kualitas dan performa dari PSU.

Namun, kita juga perlu berhati-hati karena banyak, PSU murah yang mencantumkan logo 80+ ini agar terlihat meyakinkan, padahal tidak bersertifikasi sama sekali. 

Cooler master 450we yang harganya 500-600 ribuan keatas saja baru bersertifikasi 80+ Standart, maka hati-hati jika menemukan PSU dengan harga dibawah 500 ribu tapi sudah 80 plus ataupun 80 bronze.  

Jika kamu ragu apakah PSU incaran kamu sudah bersertifikasi atau belum, kamu bisa cek di plugloadsolutions.com.
 
PSU di komputer udah kayak jantung, dia yang mensuplai tegangan listrik ke seluruh komponen komputer agar dapat bekerja dengan baik, coba saja bayangin kalau pake jantung abal-abal, mau pake komponen high end dan keren pun, bakal percuma, jadi pertimbangkan untuk membeli PSU yang bagus walaupun sedikit lebih mahal.

Sekian, Semoga Bermanfaat.  

0 komentar:

Berjumpa kembali, Selamat Hari Ahad, waktunya beristirahat dari kegiatan rutin yang melelahkan dan membosankan hehe, daripada gabut mending ...

Mikrotik : Konfigurasi DHCP Server dengan IP Pool di Mikrotik

Berjumpa kembali, Selamat Hari Ahad, waktunya beristirahat dari kegiatan rutin yang melelahkan dan membosankan hehe, daripada gabut mending bikin postingan saja, di postingan kali ini kita akan mencoba Konfigurasi DHCP Server menggunakan IP Pool yang sudah kita buat pada postingan sebelumnya, buat kalian yang belum baca, bisa baca postingan saya disini. 

Oke langsung saja. Topologi yang kita gunakan sama saja seperti pada postingan sebelumnya, hanya saja kita akan menambah Konfigurasi DHCP server pada ether2-LAB1. 


Sebelum lanjut, saya anggap disini teman-teman sudah membuat terlebih dahulu IP pool yang akan digunakan untuk DHCP Server, kalau belum buat, bisa baca dulu postingan ini. 

Langkah-langkah konfigurasi kali ini : 
  1.  Membuat IP address pada ether2-LAB1
  2.  Konfigurasi Network DHCP 
  3.  Konfigurasi DHCP Server
  4.  Konfigurasi IP DHCP pada Client 
  5.  Pengecekan 
1. MEMBUAT IP ADDRESS ETHER2-LAB1

Disini kita beri IP 192.168.10.1/24 untuk ether2-LAB.


2. KONFIGURASI NETWORK DHCP 

Selanjutnya tambahkan network, gateway, netmask dan dns-server, dengan perintah seperti gambar dibawah ini. 


Cek hasil konfigurasi dengan perintah "ip dhcp-server network print".



3. KONFIGURASI DHCP SERVER

  • name = isi terserah anda. 
  • address-pool = isi sesuai nama IP pool yang sudah dibuat sebelumnya.
  • interface=isi interface yang ingin mendapatkan DHCP. 
  • lease-time=isi waktu berapa lama DHCP server meminjamkan IP pada client.
4. KONFIGURASI DHCP PADA CLIENT 

Pilih obtain an IP address automatically.

 

5. PENGECEKAN 

Cek pada CMD apakah client mendapatkan IP DHCP. 


Coba ping ke 192.168.10.1


Cek pada router untuk melihat daftar IP yang sedang dipinjamkan. 


Pada gambar diatas bisa dilihat, ip berapa yang sedang dipinjamkan, IP Pool apa yang digunakan, Siapa ownernya, serta mac-address client yang sedang menggunakan layanan DHCP server. 

Sekian, Semoga Bermanfaat. 

0 komentar:

Pada postingan kali ini kita akan mencoba Konfigurasi IP Pool dan Next Pool.  IP Pool sendiri berisi sekumpulan IP yang sudah ditentukan ...

Mikrotik : Membuat IP Pool dan Next Pool di Mikrotik


Pada postingan kali ini kita akan mencoba Konfigurasi IP Pool dan Next Pool.  IP Pool sendiri berisi sekumpulan IP yang sudah ditentukan dengan range tertentu, IP pool ini nanti dapat kita gunakan untuk membuat DHCP Server, maupun VPN Server. 

Sedangkan Next pool adalah IP Pool yang disiapkan sebagai cadangan / backup apabila IP Pool utama sudah habis. Oke langsung saja. 

Urutan konfigurasi kali ini. 
  1. Membuat Nextpool untuk LAB1 dan LAB2
  2. Membuat IP Pool utama, menambahkan Nextpool pada setiap IP Pool utama
Contoh gambaran topologinya seperti ini. 


Seperti yang dapat kita lihat pada topologi diatas, terdapat 2 interface, ether2-LAB1 dan ether3-LAB2, nah kita akan konfigurasi ip pool dengan network seperti berikut. 
  • Ether2-LAB1 : Network 192.168.10.0 
  • Ether3-LAB2 : Network 192.168.20.0 
  •  
1. MEMBUAT NEXTPOOL

Yang pertama, kita akan membuat terlebih dahulu, Nextpool dari LAB1 dan LAB2 dengan range :
  • NEXTPOOL-1 : 192.168.10.11-192.168.10.20
  • NEXTPOOL-2 : 192.168.20.11-192.168.20.20
Ketik perintah seperti gambar dibawah. 


2. MEMBUAT IP POOL UTAMA 

Setelah itu, kita buat IP Pool utamanya dengan nama LAB1 dan LAB2, serta tambahkan Nextpool / IP pool cadangan yang sudah kita buat sebelumnya, dengan mengetik perintah. 

IP POOL LAB1


IP POOL LAB2


Cek apakah ip pool dan next pool sudah berhasil kita buat. 



Hasil dari konfigurasi ini adalah, kita membuat 2 buah IP pool utama dan 2 buah Nextpool, Nah IP Pool LAB1 diperuntukan untuk ether2-LAB1 sedangkan IP Pool LAB2 diperuntukkan untuk ether3-LAB2. 

Ketika IP Pool utama LAB1 dan LAB2 sudah habis maka, NEXTPOOL 1 dan NEXTPOOL 2 akan memberikan cadangan IP. Kira-kira seperti itu.  

Untuk implementasi dari IP Pool ini akan dibahas pada postingan yang akan datang. 
Sekian, Semoga Bermanfaat.
 

0 komentar:

Qemu merupakan singkatan dari (Quick Emulator) adalah sebuah software virtualisasi open source yang dinilai lebih ringan dibandingkan Softwa...

GNS3 : Menambahkan Router Mikrotik dengan QEMU di GNS3

Qemu merupakan singkatan dari (Quick Emulator) adalah sebuah software virtualisasi open source yang dinilai lebih ringan dibandingkan Software virtualisasi lainnya seperti VMware maupun Virtualbox. Nah kali ini kita akan mencoba menambahkan router mikrotik pada GNS3 menggunakan Qemu. Oke langsung saja. 


Yang pertama kita akan membuat mikrotik.img terlebih dahulu. Siapkan iso mikrotik, lalu copykan iso mikrotik tersebut pada Local Disk C: / Program Files / GNS3 / qemu-0.11.0.


Jalankan CMD Run as administrator. Setelah terbuka, kita masuk ke direktori qemu-0.11.0 dengan mengetik perintah "cd C:\Program Files\GNS3\qemu-0.11.0".


Ketik perintah seperti gambar dibawah ini, untuk membuat mikrotik.img. 


Lalu ketik perintah untuk menjalankan iso mikrotik-nya.


Akan terbuka menu instalasi mikrotik, lakukan instalasi seperti biasa, untuk yang belum tahu cara instal mikrotik bisa baca postingan saya disini


Tunggu hingga proses instalasi selesai. 


Setelah instalasi mikrotik menggunakan QEMU selesai, buka menu Edit - Preferences.


Buka Qemu VMs, lalu klik New, untuk membuat template baru. 


Nek, muncul peringatan koyok ngene, jorke waee. 


Isi nama sesuai keinginan kalian.


Kalian juga bisa mengedit ukuran RAM yang akan digunakan, nek 256 MB kebanyakan, bisa dikurangi, jadi 64MB misalnya. 


Selanjutnya, klik New Image - Browse.


Lalu, pilih file mikrotik.img yang sebelumnya sudah kita buat. 


Lalu Finish.


Dan, Router mikrotiknya sudah jadi.


Kalian bisa melakukan pengeditan, dengan cara klik Edit. 


Kalian bisa edit sesuka hati, di General Settings ini kalian dapat mengubah nama, simbol, RAM, Booting, Type Console yang ingin digunakan, dan lain sebagainya. 


Untuk mengedit simbol, tekan browse, lalu pilih mana yang akan digunakan sebagai simbol. 


Pada menu Network kalian bisa atur berapa adapter yang ingin digunakan, dan lain sebagainya. 


Setelah diedit, Buka All Devices, lalu cari perangkat yang sudah kita buat, lalu drag & drop ke tengah. 


Untuk menghidupkan Routernya, klik kanan lalu start. 


Router Mikrotik siap digunakan. 


Sekian, Semoga Bermanfaat.

0 komentar:

Postingan ini singkat saja, karena saya sudah mengantuk tapi maksa pengin bikin postingan :/ . Masalah ini saya temui ketika sedang mengkonf...

Troubleshoot : Disable Autoconfiguration IPv4 di Windows

Postingan ini singkat saja, karena saya sudah mengantuk tapi maksa pengin bikin postingan :/ . Masalah ini saya temui ketika sedang mengkonfigurasi IP address di Windows. Padahal saya setting IP seperti gambar dibawah ini.


Tapi ketika saya cek, dengan ipconfig di cmd, yang tampil bukan ip yang sudah saya setting, tapi malah keluar IP yang di dapat dari Autoconfiguration IPv4.


Saya cek di Network Connection Details juga sama. 


Lalu, apa sih Autoconfiguration IPv4 itu ? 

Jadi Autoconfiguration IPv4 merupakan sebuah fitur yang terdapat pada Network adapter yang terintegrasi dengan Windows.

Autoconfiguration IPv4 bekerja, gampangnya seperti ini :
  • Ketika Network adapter terpasang, Windows secara otomatis menggunakan protokol TCP/IP, apabila tidak ada tindakan dari user untuk mengubahnya, maka Windows akan mengatur pengalamatan menggunakan "Obtain an IP address automaticaly".
  • Nah, ketika komputer di reboot, maka komputer akan melakukan request ke DHCP server untuk meminta IP.
  • Kalau komputer tersebut terhubung dalam jaringan yang menggunakan DHCP server, maka masalah selesai, tapi kalau tidak ? 
  • Maka Windows akan memberikan IP khusus untuk adapter tersebut.
  • Setelah itu, setiap 3 menit sekali, Windows akan melakukan request lagi kepada DHCP server. untuk memastikan apakah DHCP server sudah bisa memberikan IP atau belum. 
Intinya sih, kalau kita ngga setting IP address dan di jaringan kita ngga ada DHCP servernya, maka autoconfiguration ini yang akan bekerja, dia kasih IP sementara dan selama 3 menit sekali mencoba menghubungi terus DHCP server minta IP, intinya sih gitu.

Yang jadi masalah disini, saya sudah set ip static, tapi Autoconfiguration IPv4 masih aja nyala. Kalau teman-teman menemukan masalah seperti ini apa yang harus dilakukan ? 

Kita matikan saja IPv4 Auto-configurationnya.


Step 1 Buka CMD Run as administrator.


Step 2 Ketik perintah "netsh interface ipv4 show inter". Kita akan disable yang Local Area network.


Step 3 Disable dengan perintah "netsh interface ipv4 set interface 11 dadtransmit=0 store=persistent".


Step Terakhir, Restart komputer. 

Done.


Sekian, Semoga Bermanfaat.

2 komentar:

Kali ini kita akan Konfigurasi Dasar Static Routing di Mikrotik, pada postingan sebelumnya kita sudah melakukan konfigurasi static routing...

Mikrotik : Konfigurasi Dasar Static Routing Mikrotik

Kali ini kita akan Konfigurasi Dasar Static Routing di Mikrotik, pada postingan sebelumnya kita sudah melakukan konfigurasi static routing juga di cisco packet tracer, postingannya bisa dibaca disini

Intinya sama saja seperti kita seperti kita konfigurasi routing static di cisco, yang membedakan hanya saja perangkat dan software yang digunakan untuk meng-konfigurasi. 


Untuk konfigurasi kali ini kita akan menggunakan topologi yang sama dengan topologi yang digunakan untuk konfigurasi static routing di cisco.

Topologi serta IP address yang digunakan sama, seperti gambar dibawah ini.


1. KONFIGURASI INTERFACE

Kita akan konfigurasi ether2 dan ether 3, ether2 untuk sambungan antar router, ether3 untuk sambungan ke Client.


Untuk mempermudah dalam meng-konfigurasi, kita ubah terlebih dahulu nama interface ether2 dan ether3. 

Gunakan perintah "interface set name=namasesuaikeinginan numbers=nomorinterfacenya".
  • Router1
  •  Lakukan hal yang sama pada Router2 seperti diatas.

 2. KONFIGURASI IP
  • Router1
IP Ether2-ROUTER = 192.168.100.1/24
IP Ether3-LAN = 192.168.10.1/24

  • Router2  
IP Ether2-ROUTER = 192.168.100.2/24
IP Ether3-LAN = 192.168.20.1/24


Untuk tes apakah ROUTER1 dan ROUTER 2 sudah terhubung lakukan ping dari ROUTER1 ke ROUTER2 begitu juga sebaliknya.
  • Router1
  • Router2


 3. KONFIGURASI ROUTING STATIC

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya pada postingan konfigurasi static routing di cisco. untuk mempermudah memahami routing static gunakan konsep, mau kemana, lewat mana. Perintahnya bisa dilihat pada gambar dibawah misalnya, Router1 ingin ke network 192.168.20.0/24 melalui gateway 192.168.100.2.
  • Router1
  • Router2


4. KONFIGURASI IP CLIENT

Konfigurasikan IP pada CLIENT 
  • PC0
  • PC1


5. PENGUJIAN

 Coba ping dari PC0 ke PC1 apakah sudah terhubung ?
  • PC0
  • PC1

Sekian, Semoga Bermanfaat.

0 komentar: