Libreoffice merupakan salah satu software aplikasi perkantoran yang dikembangkan oleh TDF (The Document Foundation), Libreoffice merupakan t...

Libreoffice merupakan salah satu software aplikasi perkantoran yang dikembangkan oleh TDF (The Document Foundation), Libreoffice merupakan turunan dari openoffice, aplikasi ini berbasis open source sehingga gratis dan bebas untuk digunakan. 

Sama seperti Microsoft Office yang pasti sudah tidak asing di telinga kita, di Libreoffice pun memiliki aplikasi yang cukup lengkap, mulai dari pengolah kata, angka, presentasi, serta database, penggunaannya juga tidak terlalu sulit, hanya masalah waktu saja, ketika kita sudah terbiasa akan terasa mudah, sama saja ketika kita belajar mengoprasikan Microsoft Office untuk pertama kali, kita merasa kesulitan dan tak tau fungsi-fungsi dari setiap menu pada Microsoft office, tapi lama-lama kita terbiasa dan mudah dalam mengoprasikannya.

Daripada ngga ada bahan untuk postingan, jadi kali ini saya akan membahas cara install LibreOffice versi 6.4.0 di Kali Linux. 


Pertama download terlebih dahulu paket .deb libreoffice di situs resminya bisa kunjungi disini.


File yang didownload memiliki format .tar.gz, maka dari itu kita ekstrak terlebih dahulu file libreoffice yang sudah kita download tadi dengan menggunakan perintah "tar -xzvf namafile", lalu tunggu hingga proses selesai. 


Selanjutnya, kita masuk ke direktori Libreoffice yang sebelumnya sudah kita ekstrak dan ketik perintah "ls" untuk melihat isi direktori Libreoffice tersebut. 


Setelah masuk ke direktorinya, jalankan perintah "dpkg -i *.deb" untuk melakukan proses instalasi file-file .deb yang ada didalam direktori Libreoffice.


Instalasi selesai dan Libreoffice siap digunakan. 


Sekian, Semoga Bermanfaat.

Postingan ini sekedar sharing singkat saja sih, sebelumnya masalah seperti ini sudah sering saya temui, memang masalah sepele cuma begitu...


Postingan ini sekedar sharing singkat saja sih, sebelumnya masalah seperti ini sudah sering saya temui, memang masalah sepele cuma begitu menghambat ketika kita tidak bisa menanganinya. Bermula dari seorang teman yang meminta tolong untuk di Install kan Windows 10 di Laptopnya, dengan seri ASUS X453M.

Saya pikir akan lancar-lancar saja seperti install OS pada laptop-laptop sebelumnya, tetapi tidak selancar yang saya pikirkan, saya tidak bisa masuk BIOS, saya tekan-tekan tombol untuk masuk bios, mulai dari F2, Del pokoke macem-macem lah, tetep nggak bisa, hmm pekerjaan yang seharusnya mudah dan bisa selesai dengan cepat, malah jadi lama karena masalah ini.

Dan, Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, ada cara yang ampuh yaitu.
  • Pertama, nyalakan komputer dengan menekan tombol power biarkan hingga masuk ke tampilan Desktop Windows.
  • Kedua, matikan paksa Laptop dengan menekan tombol power hingga Laptop benar-benar mati
  • Ketiga, tekan tombol F2 lalu tekan tombol power, jangan lepas F2 sampai benar-benar masuk BIOS
  • Selesai
Dalam beberapa kasus yang sama yang saya alami pada Laptop ASUS, Alhamdulillah bisa teratasi dengan cara diatas. 
Sekian, semoga membantu dan bermanfaat.

Dalam membuat jaringan kita perlu membuat Link cadangan / redundant link sebagai link alternatif apabila link utama mengalami masalah,  j...


Dalam membuat jaringan kita perlu membuat Link cadangan / redundant link sebagai link alternatif apabila link utama mengalami masalah,  jaringan akan dialihkan ke link cadangan sehingga jaringan masih dapat berjalan walaupun link utama bermasalah.

kali ini kita akan konfigurasi Failover, berbeda dengan Load balance yang membuat 2 buah link untuk membagi beban, pada Failover, kita membuat 2 buah link untuk dijadikan cadangan apabila link utama mengalami masalah. 


TOPOLOGI
Topologi yang akan digunakan seperti gambar dibawah ini : 



KONFIGURASI
Konfigurasi IP address pada masing-masing router seperti berikut. 

Konfigurasi IP address pada R1 


Konfigurasi IP address pada R2


Setelah meng-konfigurasi IP address, kita akan mengkonfigurasi Static routing pada R1 dan R2. 


STATIC ROUTING DAN PARAMETER DISTANCE
Konfigurasi static routing kali ini, kita akan menambahkan parameter distance, distance berfungsi untuk memilih link mana yang akan menjadi link utama dan link cadangan, semakin kecil nilai pada distance pada suatu link maka link yang terkecil itulah yang menjadi link utama, secara default ketika kita tidak menambahkan distance pada konfigurasi static route, maka nilai distance secara otomatis terisi nilai 1.

Static route R1 gateway 10.10.10.2


Static route R1 gateway 20.20.20.1


Static route R2 gateway 10.10.10.1


Static route R2 gateway 20.20.20.1



CEK IP ROUTE
Selanjutnya cek IP route pada masing-masing router.
  • R1
  • R2

Pastikan nilai yang terdapat pada tabel distance sesuai dengan yang sudah kita konfigurasi, distance terkecil ada pada gateway 10.10.10.0 berarti, 10.10.10.0 merupakan link utama dan 20.20.20.0 adalah link cadangan.


CEK KONEKSI
Selanjutnya lakukan ping antar client.
  • PC1
  • PC2 
    PENGETESAN
    Coba lakukan traceroute pada masing-masing route untuk mengecek apakah konfigurasi sudah berhasil. 
    • Hasil Traceroute R1

    Pada gambar diatas terbukti untuk menuju ke IP 192.168.20.2 melewati gateway 10.10.10.2 
    • Hasil Traceroute R2

    Pada gambar diatas terbukti untuk menuju ke IP 192.168.10.2 melewati gateway 20.20.20.2

    Penentuan Link utama dan Link cadangan sudah, selanjutnya kita akan lakukan pengetesan, apakah jika link utama bermasalah akan otomatis menggunakan link cadangan. 

    Coba disable link utama pada R1 dan R2.
    • R1

    • R2

    Selanjutnya cek dengan traceroute apakah ketika link utama di disable akan berpindah ke link cadangan. 
    • R1

    • R2
     
    Ya, bisa dilihat pada gambar diatas, link berpindah ke link cadangan.

    Sekian, Semoga Bermanfaat.

    PSU (Power Supply) merupakan salah satu komponen komputer yang tidak boleh kita anggap remeh, PSU merupakan sebuah komponen pada komputer ya...

    PSU (Power Supply) merupakan salah satu komponen komputer yang tidak boleh kita anggap remeh, PSU merupakan sebuah komponen pada komputer yang berfungsi untuk mensuplai tegangan listrik ke setiap komponen pada komputer, PSU mengubah arus AC menjadi DC dan mengalirkannya sebagai daya / tenaga untuk menggerakkan setiap komponen komputer.


    Kebanyakan orang termasuk saya sendiri, ketika merakit sebuah PC, untuk menekan budget, lebih memilih menggunakan PSU abal-abal maupun PSU bawaan casing. Apakah salah menggunakan PSU abal-abal atau bawaan casing ? Ya tidak sepenuhnya salah juga, bukan berarti saya menjelekkan PSU yang murah atau PSU bawaan casing, cuma apa ngga eman-eman, Processor sudah kelas dewa, storage gede pake ssd, ram super kenceng, motherboard kelas atas, fan dan heatsink kelap-kelip warna warni kayak pasar malem, tapi PSU kok nanggung, kok yang gratisan, kok yang murah ? tidak ada salahnya kita mengeluarkan kocek yang lebih dalam untuk membeli sebuah PSU yang lebih bagus, daripada kita membeli PSU yang murah tapi merusak komponen-komponen komputer yang lainnya dan pada akhirnya akan keluar uang yang lebih banyak lagi ? Tak apa boros diawal kalau pada akhirnya akan hemat, daripada hemat diawal tapi pada akhirnya boros juga.

    PSU bawaan casing

    Kelebihan PSU bawaan casing 
    • Murah
    • Mudah didapat 
     Kekurangan PSU bawaan casing 
    • Cepat rusak apabila sering terjadi mati listrik secara mendadak
    • Listrik yang dialirkan kurang stabil sehingga dapat merusak komponen lain 
    • Belum bersertifikasi 80+
    • Tidak bergaransi

    PSU Bagus 

    Kelebihan 
    • Listrik yang dialirkan lebih stabil dibanding PSU bawaan casing, sehingga kesehatan komponen lain terjaga 
    • Kebanyakan sudah bersertifikasi 80+  
    • Biasanya bergaransi  
    • Kualitas terjamin dan tahan banting
    Kekurangan 
    • Harga relatif mahal untuk yang 80+ standart saja harganya sekitar 500-600 ribuan keatas.
    Setelah tahu pentingnya untuk menggunakan PSU yang bagus, agar tak salah pilih PSU, berikut sedikit tips yang mungkin bermanfaat untuk anda.  


    1. Merk


    Merk merupakan salah satu hal yang penting, semakin terkenal merk sebuah produk, maka produsen akan berusaha membuat produk yang baik, dan tidak asal buat, banyak yang di pertimbangkan seperti daya tahan produk, serta kualitasnya, Merk juga menjadi jaminan, membuat kita lebih tenang ketika menggunakan produk dengan merk yang terkenal bagus, banyak dipakai orang serta sudah terbukti kualitasnya, beberapa contoh merk yang bagus diantaranya, corsair, thermaltake, cooler master dan masih banyak lagi. 


    2. Kapasitas PSU 

    Kapasitas power supply bermacam-macam ada yang 350watt, 400watt, 450watt, 500watt, 850watt, bahkan 1000watt, maka dari itu sesuaikan dengan kapasitas yang kamu butuhkan, PSU akan memberikan daya sesuai dengan yang dibutuhkan komputer anda, semisal anda membeli PSU dengan kapasitas 1000watt, sedangkan komputer hanya membutuhkan 350watt, maka PSU hanya akan memberikan daya ke komputer sebesar 350watt saja, percuma kan ? kalau begitu beli PSU yang 500watt saja sudah cukup. 

    Kamu bisa cek kebutuhan watt komputer kamu, menggunakan software LocalCooling.


    Walaupun tidak begitu akurat, tetapi bisa digunakan sebagai gambaran saja, kira-kira berapa sih daya yang dibutuhkan komputer kita.  


    3. Kualitas

    PSU yang bagus biasanya sudah lolos sertifikasi 80+, ada beberapa tingkatan dalam sertifikasi PSU ini, ada 80+ Standart, Bronze, Silver, Gold, dan yang paling mentok Platinum, dengan adanya sertifikasi ini semakin terjamin kualitas dan performa dari PSU.

    Namun, kita juga perlu berhati-hati karena banyak, PSU murah yang mencantumkan logo 80+ ini agar terlihat meyakinkan, padahal tidak bersertifikasi sama sekali. 

    Cooler master 450we yang harganya 500-600 ribuan keatas saja baru bersertifikasi 80+ Standart, maka hati-hati jika menemukan PSU dengan harga dibawah 500 ribu tapi sudah 80 plus ataupun 80 bronze.  

    Jika kamu ragu apakah PSU incaran kamu sudah bersertifikasi atau belum, kamu bisa cek di plugloadsolutions.com.
     
    PSU di komputer udah kayak jantung, dia yang mensuplai tegangan listrik ke seluruh komponen komputer agar dapat bekerja dengan baik, coba saja bayangin kalau pake jantung abal-abal, mau pake komponen high end dan keren pun, bakal percuma, jadi pertimbangkan untuk membeli PSU yang bagus walaupun sedikit lebih mahal.

    Sekian, Semoga Bermanfaat.  

    Berjumpa kembali, Selamat Hari Ahad, waktunya beristirahat dari kegiatan rutin yang melelahkan dan membosankan hehe, daripada gabut mending ...

    Berjumpa kembali, Selamat Hari Ahad, waktunya beristirahat dari kegiatan rutin yang melelahkan dan membosankan hehe, daripada gabut mending bikin postingan saja, di postingan kali ini kita akan mencoba Konfigurasi DHCP Server menggunakan IP Pool yang sudah kita buat pada postingan sebelumnya, buat kalian yang belum baca, bisa baca postingan saya disini. 

    Oke langsung saja. Topologi yang kita gunakan sama saja seperti pada postingan sebelumnya, hanya saja kita akan menambah Konfigurasi DHCP server pada ether2-LAB1. 


    Sebelum lanjut, saya anggap disini teman-teman sudah membuat terlebih dahulu IP pool yang akan digunakan untuk DHCP Server, kalau belum buat, bisa baca dulu postingan ini. 

    Langkah-langkah konfigurasi kali ini : 
    1.  Membuat IP address pada ether2-LAB1
    2.  Konfigurasi Network DHCP 
    3.  Konfigurasi DHCP Server
    4.  Konfigurasi IP DHCP pada Client 
    5.  Pengecekan 
    1. MEMBUAT IP ADDRESS ETHER2-LAB1

    Disini kita beri IP 192.168.10.1/24 untuk ether2-LAB.


    2. KONFIGURASI NETWORK DHCP 

    Selanjutnya tambahkan network, gateway, netmask dan dns-server, dengan perintah seperti gambar dibawah ini. 


    Cek hasil konfigurasi dengan perintah "ip dhcp-server network print".



    3. KONFIGURASI DHCP SERVER

    • name = isi terserah anda. 
    • address-pool = isi sesuai nama IP pool yang sudah dibuat sebelumnya.
    • interface=isi interface yang ingin mendapatkan DHCP. 
    • lease-time=isi waktu berapa lama DHCP server meminjamkan IP pada client.
    4. KONFIGURASI DHCP PADA CLIENT 

    Pilih obtain an IP address automatically.

     

    5. PENGECEKAN 

    Cek pada CMD apakah client mendapatkan IP DHCP. 


    Coba ping ke 192.168.10.1


    Cek pada router untuk melihat daftar IP yang sedang dipinjamkan. 


    Pada gambar diatas bisa dilihat, ip berapa yang sedang dipinjamkan, IP Pool apa yang digunakan, Siapa ownernya, serta mac-address client yang sedang menggunakan layanan DHCP server. 

    Sekian, Semoga Bermanfaat. 

    Pada postingan kali ini kita akan mencoba Konfigurasi IP Pool dan Next Pool.  IP Pool sendiri berisi sekumpulan IP yang sudah ditentukan ...


    Pada postingan kali ini kita akan mencoba Konfigurasi IP Pool dan Next Pool.  IP Pool sendiri berisi sekumpulan IP yang sudah ditentukan dengan range tertentu, IP pool ini nanti dapat kita gunakan untuk membuat DHCP Server, maupun VPN Server. 

    Sedangkan Next pool adalah IP Pool yang disiapkan sebagai cadangan / backup apabila IP Pool utama sudah habis. Oke langsung saja. 

    Urutan konfigurasi kali ini. 
    1. Membuat Nextpool untuk LAB1 dan LAB2
    2. Membuat IP Pool utama, menambahkan Nextpool pada setiap IP Pool utama
    Contoh gambaran topologinya seperti ini. 


    Seperti yang dapat kita lihat pada topologi diatas, terdapat 2 interface, ether2-LAB1 dan ether3-LAB2, nah kita akan konfigurasi ip pool dengan network seperti berikut. 
    • Ether2-LAB1 : Network 192.168.10.0 
    • Ether3-LAB2 : Network 192.168.20.0 
    •  
    1. MEMBUAT NEXTPOOL

    Yang pertama, kita akan membuat terlebih dahulu, Nextpool dari LAB1 dan LAB2 dengan range :
    • NEXTPOOL-1 : 192.168.10.11-192.168.10.20
    • NEXTPOOL-2 : 192.168.20.11-192.168.20.20
    Ketik perintah seperti gambar dibawah. 


    2. MEMBUAT IP POOL UTAMA 

    Setelah itu, kita buat IP Pool utamanya dengan nama LAB1 dan LAB2, serta tambahkan Nextpool / IP pool cadangan yang sudah kita buat sebelumnya, dengan mengetik perintah. 

    IP POOL LAB1


    IP POOL LAB2


    Cek apakah ip pool dan next pool sudah berhasil kita buat. 



    Hasil dari konfigurasi ini adalah, kita membuat 2 buah IP pool utama dan 2 buah Nextpool, Nah IP Pool LAB1 diperuntukan untuk ether2-LAB1 sedangkan IP Pool LAB2 diperuntukkan untuk ether3-LAB2. 

    Ketika IP Pool utama LAB1 dan LAB2 sudah habis maka, NEXTPOOL 1 dan NEXTPOOL 2 akan memberikan cadangan IP. Kira-kira seperti itu.  

    Untuk implementasi dari IP Pool ini akan dibahas pada postingan yang akan datang. 
    Sekian, Semoga Bermanfaat.
     

    Qemu merupakan singkatan dari (Quick Emulator) adalah sebuah software virtualisasi open source yang dinilai lebih ringan dibandingkan Softwa...

    Qemu merupakan singkatan dari (Quick Emulator) adalah sebuah software virtualisasi open source yang dinilai lebih ringan dibandingkan Software virtualisasi lainnya seperti VMware maupun Virtualbox. Nah kali ini kita akan mencoba menambahkan router mikrotik pada GNS3 menggunakan Qemu. Oke langsung saja. 


    Yang pertama kita akan membuat mikrotik.img terlebih dahulu. Siapkan iso mikrotik, lalu copykan iso mikrotik tersebut pada Local Disk C: / Program Files / GNS3 / qemu-0.11.0.


    Jalankan CMD Run as administrator. Setelah terbuka, kita masuk ke direktori qemu-0.11.0 dengan mengetik perintah "cd C:\Program Files\GNS3\qemu-0.11.0".


    Ketik perintah seperti gambar dibawah ini, untuk membuat mikrotik.img. 


    Lalu ketik perintah untuk menjalankan iso mikrotik-nya.


    Akan terbuka menu instalasi mikrotik, lakukan instalasi seperti biasa, untuk yang belum tahu cara instal mikrotik bisa baca postingan saya disini


    Tunggu hingga proses instalasi selesai. 


    Setelah instalasi mikrotik menggunakan QEMU selesai, buka menu Edit - Preferences.


    Buka Qemu VMs, lalu klik New, untuk membuat template baru. 


    Nek, muncul peringatan koyok ngene, jorke waee. 


    Isi nama sesuai keinginan kalian.


    Kalian juga bisa mengedit ukuran RAM yang akan digunakan, nek 256 MB kebanyakan, bisa dikurangi, jadi 64MB misalnya. 


    Selanjutnya, klik New Image - Browse.


    Lalu, pilih file mikrotik.img yang sebelumnya sudah kita buat. 


    Lalu Finish.


    Dan, Router mikrotiknya sudah jadi.


    Kalian bisa melakukan pengeditan, dengan cara klik Edit. 


    Kalian bisa edit sesuka hati, di General Settings ini kalian dapat mengubah nama, simbol, RAM, Booting, Type Console yang ingin digunakan, dan lain sebagainya. 


    Untuk mengedit simbol, tekan browse, lalu pilih mana yang akan digunakan sebagai simbol. 


    Pada menu Network kalian bisa atur berapa adapter yang ingin digunakan, dan lain sebagainya. 


    Setelah diedit, Buka All Devices, lalu cari perangkat yang sudah kita buat, lalu drag & drop ke tengah. 


    Untuk menghidupkan Routernya, klik kanan lalu start. 


    Router Mikrotik siap digunakan. 


    Sekian, Semoga Bermanfaat.